You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Plafon Pasar Slipi Rusak Parah
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

Pasar Slipi Jaya Butuh Perbaikan

Pasar Slipi Jaya di Jl Anggrek Garuda, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, kondisi plafonnya rusak parah dan butuh perbaikan dari PD Pasar Jaya. Hal itu tampak dari rangka kayu pada plafon di lantai dua yang mengalami pelapukan akibat dimakan rayap dan terkena air limpasan dari atap yang bocor. Alhasil, karena sudah banyak tripleksnya yang jebol, membuat lantai dua pasar tersebut sejak lima tahun lalu tidak difungsikan.

Kalau hujan bocor parah, sampai turun ke bawah

Anton (45) pemilik usaha percetakan di lantai satu Pasar Slipi Jaya mengatakan, lantai dua pasar tersebut dulunya terdapat bioskop, arena biliar dan permainan dingdong. Namun, karena pengelolanya bangkrut sejak lima tahun lalu, gedung itu pun tidak difungsikan lagi hingga akhirnya mengalami kerusakan pada plafon.

“Kalau hujan bocor parah, sampai turun ke bawah,” ujar Anton, Jumat (3/10).

Pasar Jaya Siap Perluas Areal Parkir Blok G

Kepala Pasar Slipi Jaya, Yusuf membenarkan, jika kondisi bangunan pasar saat ini terbilang tidak layak. Kerusakan bangunan, khususnya atap dan plafon di lantai dua bekas bioskop itu cukup memprihatinkan. Rencananya di bulan ini PD Pasar Jaya akan sedikit melakukan perbaikan kerusakan tersebut.

“Informasi dari kantor pusat, Oktober ini sudah akan diperbaiki seluruh atap dan plafon yang rusak dan bocor. Anggarannya sudah turun,” ungkapnya.

Ia mengakui, sejak masa pakai bangunan pasar itu habis tahun 2010 lalu, bangunan pasar berkapasitas 750 kios tersebut belum tersentuh pembenahan. Hampir separuh dari total kios di pasar itu juga banyak yang tutup. Namun, hanya 400 kios yang masih aktif. “Di setiap lantainya hanya 30 persen terisi, yang melompong itu di lantai basement. Hanya 10 kios saja yang terisi, itupun kios onderdil," tuturnya.

Ia juga mengaku prihatin dengan sepinya pasar. Di samping kalah bersaing dengan Plaza Slipi Jaya yang berseberangan, bangunan pasar yang beroperasi lebih dari 20 tahun lalu itu kini kondisinya rusak parah. Selain itu, tidak terkelolanya area parkir, juga membuat area pasar seluas 6.000 meter persegi itu semrawut, karena banyak parkir liar bermunculan.

“Sejauh ini hanya kebersihannya saja yang bisa kami jaga, bisa terlihat tak ada sampah yang berserakan. Untuk pemeliharaan kami hanya menarik retribusi Rp 4.000 per hari,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan

    access_time13-05-2026 remove_red_eye9068 personAnita Karyati
  2. 183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

    access_time12-05-2026 remove_red_eye2982 personAnita Karyati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye1548 personFakhrizal Fakhri
  4. Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT

    access_time13-05-2026 remove_red_eye1499 personDessy Suciati
  5. Daftar Kantong Parkir Telkomsel Digiland Run 2026, Cek Lokasinya!

    access_time14-05-2026 remove_red_eye1420 personAldi Geri Lumban Tobing